BERITA MUBA sangat berterima kasih apabila Anda memberikan suatu bentuk apresiasi dalam bentuk kritik, saran, komentar ataupun tulisan dan opini karena hal tersebut akan sangat membantu untuk pembanggunan MUBA di masa mendatang. Kirim Tulisan/Opini ke asahnet@gmail.com atau asahinternet@yahoo.com

Wednesday, November 11, 2009

Muba Hangtuah Sesumbar Pertahankan Piala Menpora

PALEMBANG - Sebanyak enam tim basket papan atas akan bertarung dalam piala Menpora Jilid II di GOR Kampus pada 15-20 November 2009. Salah satu tim peserta Muba Hantuah yang menjadi juara Piala Menpora Jilid I siap mempertahankan gelar.

Ketua Panitia Pelaksana Hendri Zainuddin Selasa (10/11) mengatakan, enam tim papan atas ini akan bertanding dan menampilkan permainan terbaiknya.

"Pertandingan ini akan dilaksanakan selama 5 hari sejak 15-20 November," ujar Hendri.

Adapun enam terbaik papan atas Indonesia yang bertandingan adalah Tim dari IBL yakni, juara bertahan Muba Hang Tuah, Aspac, dan Pelita Jaya. Sedangkan tim dari Kobatama adalah Pimnad Aceh, Halim Kediri, dan Tiger Speed. Tim-tim ini rata-rata diperkuat para bintang basekt tanah air.

Hendri yang juga Ketua Muba Hang Tuah mengatakan, persaingan sengit akan terjadi dalam pertandingan ini. Namun pihaknya yakin Muba Hang Tuah masih bisa mempertahankan gelar."Kita mengharapkan pertandingan ini berjalan bagus dan seru sebab sama-sama berkualitas. Tentunya tidak ada yang memprediksikan tim mana yang terkuat. Tetapi mudah-mudahan Muba Han Tuah bisa mempertahankan gelarnya," pungkas Hendri.


Sumber: Sripo 10/11/09

Read More..

Bupati Muba Lepas 309 CJH asal Muba

SEKAYU – Keberangkatan 309 calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dilepas langsung Bupati Muba H Pahri Azhari kemarin.Jumlah CJH Muba tahun ini meningkat 30% dari jumlah pada 2008.

Kepala Departemen Agama Muba H Amri Siregar mengungkapkan, pelepasan CJH dari Kabupaten Muba dilaksanakan berdasarkan pemberitahuan Kakanwil Depag Sumsel pada 12 Oktober 2009 tentang jadwal pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji embarkasi Palembang dan surat tugas Bupati Muba No 643/BUPATI/2009 tentang panitia pemberangkatan dan penjemputan calon jamaah haji Kabupaten Muba.

Dia menyebutkan,pelepasan jamaah haji yang dilakukan secara simbolis ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Muba dalam upaya peningkatan pelayanan kepada jamaah calon haji. Selain itu, untuk meningkatkan tali silaturahmi sesama CJH, sekaligus memberikan doa kepada semua CJH.“Tahun ini CJH Muba berjumlah 309 orang dari 11 kecamatan dalam Kabupaten Muba,”terang Amri kemarin.

Pada tahun ini, sambung Amri,jamaah tertua berasal dari Desa Cipta Praja, Kecamatan Keluang, dengan umur 91 tahun dan yang termuda berumur 17 tahun dari Kelurahan Kayuara, Kecamatan Sekayu. Selain itu, jumlah jemaah tahun ini meningkat sekitar 30 % dari jumlah tahun lalu yang hanya 215 CJH. 309 CJH tersebut dibagi dalam 27 regu dan 7 rombongan, yang tergabung pada kloter 14 gelombang II.

Dalam rombongan CJH Muba tahun tersebut, terdapat beberapa pejabat yang berangkat menunaikan rukun islam terakhir tersebut.“Keberangkatan CJH Muba tahun ini memang lebih banyak dari tahun lalu.Hal tersebut membuktikan bahwa tingkat ekonomi Kabupaten Muba meningkat dari tahun-tahun sebelumnya,”tukasnya.

Sementara itu,Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Muba Sudansi Nasmi menyebutkan, ke-309 CHJ Muba menerima bantuan uang saku sebesar Rp1,25 juta, ditambah perlengkapan mandi, beberapa helai pakaian, dan atribut haji lainnya. Selain itu, pihaknya telah menyiapkan seluruh fasilitas sebelum keberangkatan di Palembang.

Jadi, CJH asal Muba tidak perlu dipusingkan dengan masalah penginapan sebelum diterbangkan ke Arab.“Pemkab Muba pada tahun ini memberikan bantuan uang saku dan beberapa perlengkapan haji lainnya, sehingga dapat meringankan beban CJH selama di Tanah Suci nantinya,”katanya.

Sumber: Sindo 09/11/09

Read More..

Monday, November 9, 2009

Pasokan Kurang, BBM Langka

Sudah seminggu terakhir ini, satu-satunya SPBU di Kota Sekayu Muba mengalami kekurangan pasokan BBM. Akibatnya konsumen banyak yang mengeluh, karena tak kebagian jatah premium maupun solar.‘’Sudah antre lama hingga berjam-jam,tapi ketika gilirannya, eh bensin habis,’’ kata Ruslan, pengendara motor BG 1007 TA, kemarin.

Dikatakannya, terjadinya kelangkaan bensin di SPBU ini diperkirakan sudah berlangsung 7 hari. ‘’Hampir setiap kali melewati SPBU banyak pengendara motor dan mobil antre membeli bensin maupun
solar,’’ katanya.

Senada dikatakan Wahyu, pengemudi sepeda motor BG 3534 MJ. Wahyu mengaku kesal kelangkaan BBM di SPBU. ‘’Sudah seminggu ini untuk mendapatkan bensin sulit sekali, selain harus antre panjang,
tapi belum bisa dijamin mendapatkannya, karena keburu habis,’’katanya kesal.

Memang, di tingkat eceran masih ada beberapa yang menjualnya, tapi harganya cukup mahal Rp5.500 per liter. ‘’Seharusnya Pertamina memberikan jatah lebih pada SPBU di Sekayu, karena hanya ada satu SPBU yang melayani konsumen, sehingga kalau BBM di SPBU habis, terpaksa membeli eceran,’’ katanya.

Pengawas SPBU Sekayu Yulius Hamid mengaku, di SPBU-nya sudah seminggu ini kekurangan stok pasokan BBM dari Pertamina. ‘’Memang banyak pelanggan yang kecewa dan kesal karena BBM yang kita jual sangat terbatas,’’ katanya.

Diakuinya, pihaknya hanya menerima jatah satu tangki atau 16 ribu liter per harinya, padahal biasanya menerima pasokan 32 ribu liter per hari. ‘’Untuk 32 ribu liter saja kita masih kekurangan, sebab kebutuhan BBM seperti premium per harinya di Sekayu dan sekitarnya mencapai 34 ribu liter,’’ ujarnya.

Sumber: Sumeks 08/11/09

Read More..

Angkot Pelat Hitam Marak

SEKAYU – Kendaraan umum seperti angkutan kota (angkot) yang beroperasi di Sekayu, Muba yang berpelat hitam masih marak. Untuk itu, ke depan Dinas Perhubungan akan melakukan penertiban.

Kepala Dishub Muba, Sofyan Wahidoen mengaku, masih banyaknya angkot berpelat hitam dalam Kota Sekayu dan sekitarnya. ‘’Kebanyakan kendaraan berpelat hitam adalah kendaraan pribadi yang dijadikan angkutan umum, banyak laporan sopir angkutan umum yang berpelat kuning merasa dirugikan. Karena kendaraan pelat hitam dan pelat kuning memiliki pajak berbeda,’’ jelasnya.

Menurut Sofyan, beberapa ruas jalan yang menjadi lalu lintas kendaraan tersebut, yaitu Jl Kol Wahid Udin dan beberapa jalan protokol lainnya. ‘’Sebenarnya kita telah beberapa kali melakukan penertiban, namun masih ada pihak yang membandel dan mengabaikan peraturan yang berlaku,’’ ujarnya.

Diakuinya, keterbatasan anggota di lapangan dan kurangnya koordinasi antarpihak terkait menyebabkan permasalahan ini semakin berlarut-larut. Keberadaan angkot berpelat hitam ini dinilai telah mengganggu stabilitas ekonomi angkutan yang memiliki izin. Selain itu, adanya laporan angkot berpelat hitam selalu mengambil penumpang di sembarang tempat.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Muba Anwar Hassan mengatakan kendaraan berpelat hitam harus ditertibkan. ‘’Mereka sering seenaknya berhenti tanpa melihat rambu-rambu lalu lintas, sehingga dapat membahayakan pengguna jalan lainnya,’’ katanya.

Sumber: Sumeks 04/11/09

Read More..

Saturday, November 7, 2009

Internet Keliling Beroperasi di Muba

SEKAYU – Program internet keliling kemarin mulai beroperasi di Kabupaten Muba. Bupati Muba H Pahri Azhari mengatakan,pemerintah berupaya keras untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satunya dengan meluncurkan internet keliling yang menjangkau pedesaan.

Internet keliling ini hasil kerja sama pemkab dengan PT Medco. Komputer berfasilitas internet ditempatkan di dua mobil yang akan berkeliling hingga pelosok pedesaan di wilayah Muba.Dengan begitu, seluruh masyarakat Muba akan melek teknologi internet. “Kini kami lengkapi Muba dengan akses edukasi berwawasan teknologi hingga desa-desa,”kata Bupati kemarin.

Pahri menjelaskan, selama ini sekolah di Sekayu hampir semuanya dilengkapi fasilitas internet, termasuk SMA 2 Unggulan Sekayu. Di sekolah ini, setiap siswa bisa mengakses internet dan melengkapi bahan belajar di luar materi yang diberikan sekolah. Sedangkan di Pemkab Muba,seluruh dinas dan badan atau bagian sudah memiliki fasilitas internet.“Pemerintah telah menyediakan sambungan ini sehingga PNS di Muba bisa leluasa gratis mengakses internet,” tukasnya. Bahkan,layanan internet gratis diberikan di kecamatan.

Di kantor layanan satu pintu Kecamatan Sungai Lilin terdapat dua buah unit komputer yang bisa dengan mudah dipergunakan warga untuk berinternet ria. “Internet sudah sampai kecamatan. Warga makin mudah dengan hotspot yang kami sediakan di kantor. Bagi pengguna laptop yang memiliki WiFi, bisa langsung melakukan koneksi gratis.Warga yang tidak membawa laptop bisa menggunakan komputer kami,” kata Camat Sungai Lilin Sunaryo kemarin.

Menurut dia, layanan internet gratis disambut antusias warga setempat. Terbukti, kantor kecamatan makin ramai didatangi warga yang ingin mencoba dan memakai internet.

Sumber: Sindo 06/11/09

Read More..

Friday, November 6, 2009

Sriwijaya FC v Persimuba di Stadion Serasan Sekate

PALEMBANG - Sriwijaya FC terus bekerja keras untuk mematangkan permainan timnya menghadapi Persitara Jakarta Utara (21/11) nanti. Salah satunya, menggelar uji coba melawan Persimuba, Musi Banyuasin, besok (7/11), di Stadion Serasan Sekate, Sekayu. Pada laga uji coba ini tim berjuluk Laskar Wong Kito ini lebih mengutamakan kerja sama tim dibandingkan kemenangan.

“Uji coba ini akan kami coba membangun kerja sama tim. Terutama kami akan menerapkan taktik bermain, organisasi menyerang, dan pola lainnya,” kata pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, kemarin (5/11).

Pada laga uji coba perdana pascalibur panjang ini, Laskar Sriwijaya akan kehilangan 10 pemain andalannya. Yakni 7 pemain masuk timnas Indonesia, yakni, Ferry Rotinsulu, Isnan Ali, Charis Yulianto, M Nasuha, Tony Sucipto, Ponaryo Astama, dan Arif Suyono.

Sedangkan 3 pemain asing Sriwijaya juga bakal absen. Yakni, Precious Emuejeraye yang bergabung di Timnas Singapura, Obiora Richard yang belum selesai mengurus kitas, dan Ulugbek Barkaev yang masih dalam tahap negosiasi.

“Pada laga uji coba ini, kami akan kehilangan beberapa pemain kami yang sedang mengikuti pelatnas. Tapi ini tidak masalah, sebab kami lebih mengutamakan kerja sama tim bukan kemenangan,” lanjut pelatih asal Metro, Lampung ini.

Coach Rahmad Darmawan sendiri sudah mempersiapkan racikanya untuk mempersiapkan mengahadapi Persimuba nanti. Baik pola, taktik bermain, dan rotasi pemain. “Kami akan mencoba beberapa pola. Termasuk akan merotasi beberapa pemain. Sehingga kami bisa melihat sejauh mana kekurangan kami,” imbuh pelatih berpangkat kapten marinir ini.

Selain menjalani uji coba, tim juara double winner 2007 ini juga akan menggelar uji coba dengan timnas U-23, dan SFC U-21. “Rencananya kami akan mencoba PS Bank sumsel. Tapi, karena PS Bank Sumsel bermain di Lampung terpaksa kami batalkan,” tambahnya.

Laga uji coba ini juga sebagai laga pemanasan Hendro Kartiko dan kawan-kawan. Maklum, sejak 14 Oktober 2009, tim besutan Rahmad Darmawan ini baru akan melakoni pertandingan 21 November nanti melawan Persitara Jakarta Utara. “Laga uji coba ini juga sebagai persiapan kami mengahadapi laga ISL menghadapi Persitara (21/11) nanti,” pungkasnya.

Sumber: Sumeks 06/11/09

Read More..

Bupati Muba Terima Bintang Kehormatan

SEKAYU – Besarnya perhatian Bupati Musi Banyuasin (Muba) terhadap Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ternyata berbuah manis. Bupati Muba H Pahri Azhari menerima penghargaan Bintang Kehormatan Pamong Praja dari Forum Komunikasi Purnapraja (FKP) yang disematkan langsung Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi di Kampus IPDN, Jatinangor, Bandung,Jawa Barat. Menurut Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi, penghargaan yang diberikan merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap Bupati Muba yang dinilai telah banyak memberikan perhatian kepada seluruh alumni APDN, STPDN, dan IPDN yang ada di Kabupaten Muba.

Dia menjelaskan, perhatian kepada alumni yang diberikan merupakan kebahagiaan tersendiri bagi almamater. Karena itu, sudah sewajarnya yang bersangkutan mendapat tanda kehormatan dan tempat khusus di IPDN. Pasalnya, sejauh ini perhatian dan pengorbanan setiap kepala daerah selalu menjadi perhatian. “Ini merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan kepada Bupati Muba karena perhatiannya kepada seluruh alumni yang kini ada di Kabupaten Muba,” terangnya kemarin.

Nyoman mengatakan, pihaknya telah mendidik dengan disiplin tinggi dan tegas. Menurut dia, ada tiga hal yang harus dipegang praja, yaitu kehormatan, kesetiaan,dan berbudi pekerti luhur. Bagi Nyoman, hal tersebut sangat penting untuk membentuk sumber daya manusia yang baik. Jadi,kalau input-nya baik,tentu hasilnya akan baik pula.“Asalkan, ditunjang lingkungan yang baik.Sebaliknya,inputyang jelek sudah pasti menghasilkan yang tidak baik,”tegasnya. Sebelumnya, H Pahri Azhari yang bertindak sebagai pembina apel praja juga mengatakan, lulusan IPDN mendapat tempat yang baik,mulai sekretaris lurah, camat,kepala dinas,hingga sekretaris daerah (sekda).

Menurut Pahri, para lulusan praja memang terbukti mampu tampil sebagai SDM andal dan telah menunjukkan kinerja yang bagus. Saat ini ada 73 purnapraja yang mengabdikan diri di Pemkab Muba. Seusai menjadi pembina apel,Pahri menyempatkan diri meninjau seluruh barak praja, termasuk barak Sumatera Selatan. Pada kesempatan tersebut, Bupati Muba H Pahri Azhari secara pribadi juga menyerahkan tiga buah motor trail untuk kepentingan operasional IPDN.

Pemberian motor trail yang merupakan hibah ini diharapkan bisa menunjang pembinaan siswa praja.

Sumber: Sindo 05/11/09

Read More..

Thursday, November 5, 2009

Otonomi Daerah Tolok Ukur Pembangunan

SEKAYU – Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) H Pahri Azhari mengatakan,pelaksanaan otonomi daerah merupakan salah satu tolok ukur pembangunan daerah.

Otonomi daerah merupakan proses desentralisasi pada pemerintahan daerah di Indonesia. Akan tetapi, kata dia, pembagian tugas pada setiap sektor pembangunan masih belum begitu jelas karena masih adanya peraturan yang begitu mengikat pemerintah daerah sehingga perlu dilakukan perubahan. Kondisi tersebut dirasakan sangat memengaruhi pembangunan yang telah diprogramkan pemerintah daerah. “Padahal, otonomi daerah merupakan ujung tombak pembangunan nasional,“ jelasnya kemarin di sela-sela acara pagelaran wayang kulit di Kecamatan Sungai Lilin.

Pahri menjelaskan, pembangunan disetiap daerah membutuhkan dana yang tidak sedikit sehingga pembagian antara pusat dan daerah harus seimbang.Pembagian bila perlu jangan terlalu banyak diambil pemerintah pusat karena pembangunan daerah berasal dari pendapatan asli daerah (PAD). Selain itu, pusat selalu memberikan persoalan yang seharusnya tidak dijalankan pemerintah daerah. Seperti, persolan penerangan yang seharusnya bertanggung jawab penuh adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN).

”Sejauh ini belum ada jawaban pasti kapan seluruh penduduk Muba bisa menikmati fasilitas listrik,” katanya. Kondisi tersebut berusaha ditutupi kabupaten dengan membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Talang Duku. Namun, kegiatan itu sebaliknya mendapat respons negatif dan dinyatakan gagal oleh pihak PLN.Kondisi tersebut membuktikan bahwa otonomi daerah belum berjalan baik dan optimal. Pahri menerangkan, alasan lain mengapa pelaksanaan otonomi daerah belum optimal, yaitu belum adanya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas,profesional, dan memiliki wawasan global dalam menghadapi tuntutan keterlibatan masyarakat dalam kebijakan publik untuk menciptakan pemerintahan yang baik.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Muba H Yusnan Effendi mengatakan, otonomi daerah memang belum dilaksanakan optimal. Hal tersebut bukan dari pemerintah daerah, melainkan dari pemerintah pusat yang masih membatasi ruang lingkup pembangunan daerah itu sendiri.

Beberapa waktu lalu, Bupati meminta kepada pemerintah pusat agar hasil bumi dibagi secara adil atau lebih besar kepada daerah penghasil. Maksud kegiatan tersebut agar pembangunan di daerah lebih cepat dan baik.

Sumber: Sindo 04/11/09

Read More..

Wednesday, November 4, 2009

Kejati Bantah Tangani Kasus Dugaan Korupsi PU Bina Marga

PALEMBANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel hingga kemarin masih terus berusaha menutupi informasi pemeriksaan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) Sumsel Heri Amalindo oleh tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI).

Kepala Seksi Penegakan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasi Penkum dan Humas) Kejati Sumsel Apandi menegaskan, pihaknya tidak mengetahui ada tidaknya pemeriksaan tersebut.“Setahu saya kejati tidak menangani perkara itu, dan hari ini tak ada pemeriksaan terhadap dia (Heri Amalindo),”ujar Apandi kepada SI kemarin. Menurut Apandi, pihaknya tak menutup-nutupi informasi terhadap publik.Jika pihaknya melakukan pemeriksaan maka dapat dipantau.

“Hari ini tak ada pemeriksaan. Karena kita masih sibuk dengan rangkaian tes para calon CPNS Kejaksaan se-Sumbagsel,”katanya. Apandi mengakui jika Direktur Penuntutan Kejagung RI Fietra Sani memang masih ada di Palembang dan tengah sibuk mewawancarai ratusan peserta CPNS. “Beliau (Fietra Sani) saat ini belum bisa ditemui karena masih sibuk memberikan tes terhadap peserta. Silakan saja jika mau konfirmasi dengan Wakajati,”ujarnya. Wakajati Sumsel Djungker Sianturi SH saat dihubungi via telepon mengaku pihaknya tidak melakukan pemeriksaan atas kasus yang dimaksud.

“Hari ini nggak ada pemeriksaan terhadap pejabat yang dimaksud.Namun hari ini kita sibuk mempersiapkan raker. Di mana tim klarifikasi data mempersiapkan raker,jadi tak ada pemeriksaan,”ujarnya. Saat ditanya mengenai kasus dugaan korupsi atas Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel, Sianturi mengatakan, pihaknya tak menangani perkara tersebut. “Setahu saya,tak ada pemeriksaan dan juga kami tak tanganinya,”tandasnya. Sementara itu, ditemui di kantornya, Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel Heri Amalindo tidak berada di tempat. Heri Amalindo dinyatakan masih sibuk di luar kantor memenuhi undangan Pengambilan Sumpah dan Janji Unsur Pimpinan DPRD Sumsel di Gedung DPRD Sumsel kemarin.

“Beliau tak ada di kantor sejak pagi dan sampai saat ini,”ujar salah satu staf Humas Dinas PU Bina Marga Sumsel. Hal serupa diungkapkan salah seorang Jaksa Penuntut Pidsus Kejati Sumsel Gunawan Sumarsono. “Wah,Kejati memang tak tangani perkara itu, semua data perkara saya miliki. Termasuk perkembangan kasus yang ada di lingkungan Kejati Sumsel dan pemeriksaan pun tak ada,”tukasnya. Seperti diberitakan kemarin, mantan Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Heri Amalindo Senin (2/11) diperiksa tim Kejaksaan Agung di Kejaksaan Tinggi Sumsel, Palembang.

Kuat dugaan Heri diperiksa terkait sejumlah proyek APBD tahun 2007 ketika dia menjabat Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Muba. Sumber SI di Kejati Sumsel menyebutkan, selain Heri,seorang pejabat di Dinas PU BM Muba berinisal Rz juga ikut diperiksa tim Kejagung yang khusus diturunkan ke Sumsel tersebut. Heri dan Rz diperiksa lebih dari 5 jam dan baru keluar dari kantor Kejati sekitar pukul 18.00 WIB. Sayangnya Heri tidak bisa dikonfirmasi karena buru buru memasuki mobilnya dan bergegas meninggalkan kantor kejati.

Sekretaris Kepala Dinas PU BM Sumsel Ir Syarbani MSc ketika dikonfrmasi SI via telepon mengakui adanya pemeriksaan terhadap Heri Armalindo tersebut. “Beliau (Heri Amalindo) memang sedang diperiksa di Kejati” ujarnya. Namun Ir Syarbani MSc mengaku tidak tahu terkait kasus apa atasannya tersebut diperiksa tim kejaksaan tersebut.

“Kalau soal kasusnya saya tidak tahu.Tapi kalau pemeriksaan memang ada,” ujarnya singkat.

Sumber: Sindo 04/11/09

Read More..

Tuesday, November 3, 2009

Mantan Kadis PU BM Muba Diperiksa Tim Kejagung

PALEMBANG - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) Sumsel Heri Amalindo kemarin diperiksa tim penyidik dari Kejaksaan Agung (Kejagung). Pemeriksaan berlangsung di Kejaksaan Tinggi Sumsel, Palembang. Kuat dugaan Heri diperiksa terkait sejumlah proyek APBD tahun 2007 ketika dia menjabat Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Muba. Sumber SI di Kejati Sumsel menyebutkan, selain Heri, seorang pejabat di Dinas PU BM Muba berinisal Rz juga ikut diperiksa tim Kejagung yang khusus diturunkan ke Sumsel tersebut.

Heri dan Rz diperiksa lebih dari 5 jam dan baru keluar dari kantor Kejati sekitar pukul 18.00 WIB. Sayangnya Heri tidak bisa dikonfirmasi karena buruburu memasuki mobilnya dan bergegas meninggalkan kantor kejati. Sekretaris Kepala Dinas PU BM Sumsel Ir Syarbani MSc ketika dikonfrmasi SI via telepon kemarin mengakui adanya pemeriksaan terhadap Heri Armalindo tersebut. “ Beliau (Heri Amalindo) memang sedang diperiksa di Kejati”ujarnya.

Namun Ir Syarbani MSc mengaku tidak tahu terkait kasus apa atasannya tersebut diperiksa tim kejaksaan tersebut. “Kalau soal kasusnya saya tidak tahu.Tapi kalau pemeriksaan memang ada,” ujarnya singkat. Hingga berita ini diturunkan Heri Amalindo belum berhasil dikonfirmasi. Beberapa kali SI mencoba mendatangi kantornya, Heri tidak berada di tempat. Menurut staf Dinas PU BM, Sugeng Heri sedang keluar kantor dan tidak tahu kapan datangnya. Demikian juga ketika ada acara pisah sambut Kapolda di Griya Agung tadi malam, Heri tidak terlihat.

Padahal hampir seluruh pejabat Pemprov Sumsel hadir dalam acara tersebut. Aspidus Kejati Sumsel Roskanedi ketika dikonfirmasi mengaku tidak tahu adanya pemeriksaan oleh tim Kejagung tersebut. “Kejati Sumsel tidak menangani perkara korupsi tersebut.Apalagi melakukan pemeriksaan,” ujarnya singkat. Menurut informasi,hari ini Heri akan kembali diperiksa.Namun tempat pemeriksaan belum jelas, apakah masih di Kejati Sumsel atau di Kejagung di Jakarta.

Sementara itu,Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Roskanedi didampingi Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) dan Penegakan Hukum (Penkum) Apandi menegaskan bahwa pihaknya tidak mengusut perkara menyangkut Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Apalagi melakukan pemeriksaan kepada mantan Kepala Dinas PU Bina Marga Muba Ir H Heri Amalindo, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel.

“Kejati Sumsel tidak mengusut perkara itu apalagi melakukan pemeriksaan terhadap Kadis PU Bina Marga tersebut,”ujar Roskanedi. Dia mengatakan,Kedatangan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung RI Marwan Effendi dan Direktur Penuntutan Kejagung RI Fietra Sani tak lain untuk mengetes para calon CPNS Kejaksaan se-Sumbagsel, bukan untuk melakukan pemeriksaan kasus korupsi. “Bahwasannya memang tadi pagi dilakukan briefing evaluasi supervise.

Di mana Jampidsus Kejagung RI bertemu jajaran pimpinan Kejati Sumsel dan Kejaksaan Negeri di lingkungan Sumsel, terutama menyangkut perkembangan kasus korupsi yang ada di Sumsel,”tandasnya. Roskanedi mengatakan, dalam evaluasi tersebut disimpulkan jumlah total perkara yang diusut Kejati. “Kami membahas perkembangan kasus korupsi se- Sumsel yakni yang masuk tahap penyelidikan (LID) sebanyak 6 perkara, Penyidikan (DIK) 20 perkara dan Penuntutan (TUT) sebanyak 36 perkara,”tukasnya. Sedangkan secara khusus kasus dugaan tindak pidana ko-rupsi yang diusut Pidsus Kejati Sumsel yang memasuki tahapan LID terdapat 3 perkara.

Yakni dugaan korupsi Bronjong dan dugaan korupsi Bantuan Sosial (bansos) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuasin. “Satu lagi belum dapat kami ekspose,” ujarnya. Selain itu, untuk perkara yang dinyatakan naik penyidikan juga terdapat tiga perkara.Yakni dugaan korupsi Bronjong, dugaan korupsi Bantuan Sosial (bansos) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuasin dan Perkara dugaan korupsi ProgramPendidikanDokterSpesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri).

Roskanedi menambahkan, hingga kini ada 6 kasus yang sudah eksekusi.Yakni dua berkas korupsi Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) atas terdakwa Syamsul Bahri dan Helmi Shahab, dan empat berkas korupsi Empat Lawang. “Selama 2009 ini terdapat 7 kasus masuk penuntutan, yakni 2 berkas korupsi Bronjong,4 berkas korupsi Empat Lawang dan satu berkas korupsi Polsri terdakwa Mulyadi,”tandasnya.

Sedangkan untuk pengusutan dugaan korupsi di Fakultas Pertanian Unsri dan Fakultas Hukum Unsri yang tergolong lamban, Aspidsus mengaku bahwa dua perkara itu masih dalam tahapan menuju DIK.

Sumber: Sindo 03/11/09



Read More..

Bupati Muba Genjot RS Bayung Lencir

SEKAYU – Secara mendadak,Bupati Musi Banyuasin H Pahri Azhari mendatangi proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Kecamatan Bayung Lencir.

Kunjungannya tersebut guna percepatan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut sebelum akhir tahun. Pahri mengingatkan kontraktor, waktu yang tersedia dalam proses pembangunan ruangan rontgen, kamar mayat,rumah dinas dokter, dan beberapa ruang rawat inap tidak banyak lagi. “Waktu yang tersedia hingga akhir 2009 hanya sekitar 45 hari lagi, sehingga pengerjaannya harus dipercepat, bila perlu dikerjakan siang dan malam oleh kontraktor,” ujarnya di lokasi proyek RS Bayung Lencing kemarin.

Dia menegaskan, pembangunan yang dilaksanakan tersebut harus tepat waktu atau bersamaan dengan habisnya tahun anggaran yang berjalan,sehingga tidak menyalahi aturan dan menimbulkan permasalahan bagi pemerintah daerah. Sebab, proses pengawasan yang dilakukan saat ini sangat ketat. Menurut Pahri, khusus pembangunan sarana layanan publik, seperti sarana-prasaran kesehatan, jalan, dan jembatan, harus dikerjakan tepat waktu.Dengan begitu, masyarakat dapat langsung memanfaatkan fasilitas tersebut. Jangan sampai pelayanan dan kenyamanan masyarakat terhambat, hanya karena proses pembangunan yang lamban.

Untuk itu, beberapa waktu lalu telah dikeluarkan peringatan tegas bagi seluruh kontraktor yang terikat kontrak dengan Pemkab Muba, baik dari sisi waktu maupun kualitas pengerjaan proyek. Selain itu, seluruh kelengkapan proyek harus dilengkapi dan dilakukan dengan transparan sehingga tidak menimbulkan anggapan negatif di masyarakat. “Saya telah menanyakan langsung kepada kontraktor yang melaksanakan pembangunan mengenai target penyelesaian pembangunan. Selain itu, telah meminta kontraktor untuk menyelesai pekerjaan tepat pada waktunya,” tegasnya.

Dia menjelaskan, Rumah Sakit Bayung Lencir merupakan fasilitas vital bagi masyarakat setempat. Karena itu, sebagai satusatunya RS di kecamatan tersebut, nantinya pelayanan yang diberikan haruslah maksimal. Di samping itu,Pahri telah meminta camat dan pimpinan Rumah Sakit Bayung Lencir untuk melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan. Dengan demikian, jika ada permasalahan yang sulit diatasi, secepatnya dilaporkan untuk segera diatasi dengan cepat.

“Jangan main-main dengan fasilitas kesehatan karena dapat memberikan dampak negatif bagi masyarakat,”pungkasnya. Sementara itu,anggota DPRD Muba Parlindungan Harahap mengatakan sependapat dengan Bupati Muba, setiap pembangunan fasilitas publik haruslah mendapatkan pengawasan ketat Pemkab Muba. Jadi, proses pembangunan yang dilakukan dapat berjalan baik.

Selain itu, Bupati wajib mengeluarkan sanksi bagi kontraktor yang tidak melaksanakan pekerjaan dengan baik.“Jika memang tidak bagus,wajib mendapatkan sanksi dan tidak usah lagi bekerja sama dengan Pemkab Muba,”tegasnya.

Sumber: Sindo 03/11/09

Read More..

Kades Harus Tanggap

SEKAYU – Dalam rangka optimalisasi program pembangunan hingga pedesaan, dibutuhkan seorang kades yang tanggap dan mampu memberikan contoh bagi warganya.

Warga juga diminta dapat membantu sekaligus mengawasi program kerja seorang kepala desa (kades). Demikian disampaikan Bupati Muba H Pahri Azhari seusai pelantikan kades dan penutupan Bulan Bakti TNI Menunggal KBKes di Kecamatan Bayung Lencir kemarin. Menurut dia, masyarakat harus melakukan pengawasan ketat terhadap kades-kades di Muba. Khususnya, dalam menjalankan program pembangunan daerah atau program desa, sehingga pelaksanaan pembangunan tepat pada sasaran dan sesuai target.

Sebagai ujung tombak pembangunan daerah, tentunya Kades memiliki visi dan misi yang mampu membawa kesejahteraan masyarakat. Bukan sebaliknya membawa permasalahan dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Karena itu, sangat dibutuhkan pengawasan ketat dari seluruh unsur masyarakat.“Saya minta masyarakat melakukan pengawasan terhadap kadesnya, jika memang tidak benar,laporkan kepada Bupati Muba,” ujarnya kemarin. Dia menjelaskan, pada 2009 Pemkab Muba memiliki banyak program dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, sangat dibutuhkan figur kades yang memiliki pemikiran cerdas dan tanggap terhadap program pembangunan daerah. Sebab,pembangunan sulit dilaksanakan tanpa adanya dukungan masyarakat. Diakui Pahri, masih adanya hambatan dalam proses pembangunan daerah merupakan tantangan bagi pemda, untuk memperbaiki program yang telah dilaksanakan. Karena Pemkab Muba terus melakukan evaluasi, terhadap program yang telah dibuat dan dilaksanakan. “Masih terdapatnya kekurangan, merupakan hal yang biasa, namun tidak menjadi hambatan dan alasan.

Karena Pemkab Muba saat ini terus melakukan evaluasi terhadap proses pembangunan saat ini,”tukasnya. Sementara itu,Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Muba Fahmi Dharmayasa mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan koordinasi dengan kades-kades di Muba, khususnya dalam rangka optimalisasi program pemerintah. Dia menambahkan, kadeskades di Muba selama ini telah berupaya optimal dalam menjalankan program,dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hanya, masih diperlukan evaluasi dalam rangka percepatan pembangunan. “Pengawasan dan evaluasi harus dijalankan dengan baik,dalam rangka optimalisasi program demi kesejahteraan masyarakat,”tukasnya.

Sumber: Sindo 03/11/09

Read More..

Monday, November 2, 2009

BKD Muba Siapkan Tujuh Lokasi Tes

SEKAYU – Badan Kepegawaian Daerah dan Pendidikan Latihan (Diklat) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) telah menyiapkan tujuh lokasi tes penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Muba tahun 2009.

Menurut Kepala BKD Diklat Muba Sohan Madjid, melihat jumlah peserta yang meningkat dibandingkan pelaksanaan penerimaan CPNS tahun lalu, pihaknya berencana menyiapkan tujuh lokasi berupa gedung sekolah dalam Kota Sekayu. Sohan mengatakan, tujuh lokasi tes rekrutmen CPNS Muba itu di antaranya SMP Negeri 1 Sekayu, SMP Negeri 6 Unggulan Sekayu, SMP Negeri 8 Sekayu,SMA Negeri 2 Unggulan Sekayu,SMK Negeri 1 Sekayu, dan rencananya bakal menggunakan Politeknik Sekayu. Jadi, total ruangan yang bakal dipergunakan nanti sekitar 92 lokal.

“Ini baru rencana awal. Jika memang peserta melebihi jumlah ruangan yang disediakan, bakal dilakukan penambahan atau sebaliknya. Tergantung jumlah peserta nanti,”terang dia kemarin. Dia menjelaskan,belum finalnya kepastian lokasi mengingat kemungkinan masih adanya berkas lamaran yang belum sampai ke BKD Muba.Sebab,surat lamaran yang dikirim pada cap pos 29 Oktober 2009 tetap diterima. Sohan mengungkapkan, jika seluruh berkas yang dimiliki telah memenuhi persyaratan, akan dilanjutkan ke BKD Provinsi Sumsel guna penetapan jumlah peserta.

Setelah itu, baru dilakukan penentuan ulang jumlah peserta dan soal-soal yang bakal dipergunakan nantinya. “Saat ini masih tahap pendataan,”ujarnya. Setelah tempat-tempat tersebut dipastikan sebagai lokasi ujian peserta rekrutmen CPNS Muba, lanjut Sohan, di lokasi tersebut akan dilakukan pengamanan oleh pihak terkait.Hal ini penting untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan atau tindakan kecurangan dalam penerimaan CPNS. Dia menambahkan, seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap pelaksanaan rekrutmen CPNS pasti menggunakan fasilitas belajar. Namun, hal itu tidak akan mengganggu aktivitas belajar.

“Nantinya dilakukan pengamanan yang ekstra ketat dari Polres Muba bersama Satuan Pol PP dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Muba,”jelasnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah Muba H Yusnan Effendi mengatakan, lokasi pelaksana perekrutan CPNS Kabupaten Muba nantinya ditentukan setelah seluruh berkas pelamar diseleksi ulang. Sebab, jumlah peserta akan menentukan jumlah soal yang bakal dicetak nantinya.

Dia menambahkan, pihaknya menjamin tidak bakal ada joki atau orang-orang yang mengaku bisa memiliki lembar jawaban soal CPNS. Sebab, seperti tahuntahun sebelumnya, setiap soalsoal dari Balitek Unsri selalu dikumpulkan kembali oleh panitia dengan pengawalan ketat pihak kepolisian.

Sumber: Sindo 01/11/09


Read More..

Listrik Padam, SPBU di Sekayu Macet

SEKAYU - Dua hari terakhir ini, pemadaman listrik semakin parah, byar pet terus terjadi. Akibatnya banyak usaha rumah tangga dirugikan, satu satunya SPBU di Sekayu pun tak beroperasi. Ironisnya pemilik kendaraan tetap antre di SPBU.

Pantauan koran ini, SPBU Kota Sekayu mendadak ramai dengan antrean pemilik kendaraan pribadi maupun umum. Mereka menunggu listrik mendadak hidup untuk mendapatkan jatah membeli BBM. Meski belum diketahui kapan listrik akan hidup, tetap saja pemilik kendaraan antrean, bahkan makin panjang. ‘’Maaf pak kami tidak bisa melayani pembelian BBM, karena sedang mati lampu,’’ ujar petugas SPBU.

Pengelola SPBU Sekayu Ilham mengakui SPBU miliknya tak bisa beroperasi karena mati lampu. ‘’Genset cadangan untuk mengoperasikan mesin SPBU lagi rusak, jadi terpaksa kita tak beroperasi,’’ katanya.

Manager PLN Ranting Sekayu Edy Juarsah mengatakan, memang dua hari ini listrik di Sekayu tengah mengalami gangguan, belum bisa memastikan d imana letak kerusakannya. ‘’Saat ini petugas kita tengah menyisir di berbagai tempat yang diduga terjadi kerusakan seperti di kawasan GI Betung, tapi hingga kini belum ditemukan titik kerusakannya,’’ kata Edy Juarsah.

Sumber: Sumeks 31/10/09

Read More..

Friday, October 30, 2009

Gunakan Genset, PDAM Merugi

SEKAYU – Hingga saat ini, belum semua fasilitas PDAM Tirta Randik Sekayu Muba menggunakan sarana listrik dari PLN. Akibatnya PDAM merugi, karena beban penggunaan genset menguras anggaran air bersih. Untuk itulah, pada 2010 akan ada rencana perubahan dari genset ke PLN khususnya PDAM Keluang yang terdapat satu unit pengolahan dan 2 unit boster. ‘’PDAM Keluang menyedot anggaran cukup banyak, karena untuk mengoperasikannya masih menggunakan genset berkapasitas 380 volt,’’ kata Direktur PDAM Tirta Randik Firdaus L Dien melalui Kabag Umum Makmur, kemarin.

Dijelaskannya, untuk mengoperasionalkan sarana air bersih di Keluang membutuhkan 20 ribu liter BB setiap bulannya, dengan kalkulasi biaya Rp100 juta per bulan. ‘’Biaya ini belum termasuk obat air dan gaji karyawan,’’ katanya.

Sedangkan pemasukan PAM Keluang hanya Rp50 hingga Rp60 juta per bulannya. ‘’Jadi pemasukan tak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan, kita terpaksa melakukan sistem silang bagi PDAM di kecamatan lainnya yang dinilai untung,’’ katanya.

Ditambahkan Makmur, saat ini di PDAM tercatat 15 ribu pelanggan, 2.800 pelanggan berada di Kota Sekayu, selebihnya tersebar di 10 kecamatan lainnya. ‘’Genset masih digunakan pada lima kecamatan yakni Sungai Keruh, Plakat Tinggi, Lalan, Peninggalan, dan Keluang. Namun Keluang yang paling tinggi biaya operasionalnya karena terdapat 1 unit pengolahan dan 2 unit boster,’’ pungkasnya.

Sumber: Sumeks 28/10/09

Read More..

Wednesday, October 28, 2009

Bangun Jaringan,Listrik Tak Menyala

SEKAYU – Jaringan listrik di Kecamatan Plakat Tinggi,Kabupaten Musi Banyuasin (Muba),sudah terpasang sejak 2007.Dana yang dikucurkan Pemkab Muba pun tak sedikit jumlahnya. Namun, listrik yang diharapkan dari PLN tak kunjung menyala. Akibatnya, Bupati Muba Pahri Azhari meradang.

Kecamatan Plakat Tinggi hanya berjarak satu jam menggunakan kendaraan roda empat dari Sekayu, ibu kota Muba. Menurut Camat Plakat Tinggi Robby Kurniawan, kecamatan yang dipimpinnya terdiri atas 14 desa,dengan jumlah penduduk 21.250 jiwa atau 5.520 kepala keluarga (KK).

Pihaknya sudah beberapa kali mengajukan permohonan kepada PLN agar segera memasukkan tegangan listrik. Namun, jawabannya selalu sama,PLN kekurangan daya sehingga tidak mungkin mengalirkan tegangan. “Dari 11 kecamatan di Muba,hanya Plakat Tinggi yang belum dialiri listrik,” terangnya kemarin.

Bupati Muba H Pahri Azhari mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya telah berupaya mencari penyelesaian atas krisis listrik yang terjadi di Muba, antara lain dengan menemui langsung GM PLN di Palembang dan meminta agar Muba mendapat prioritas untuk masalah penerangan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap permasalahan yang ada, sekaligus mencari solusi terbaik atas kondisi listrik di Muba.

“Saya telah menemui langsung GM PLN di Palembang dan belum juga membuahkan hasil yang maksimal,”ujarnya kemarin. Menurut Pahri, selama ini pemerintah daerah sebenarnya sudah berupaya membantu PLN dalam mengatasi masalah listrik. Salah satunya,memfasilitasi pergantian GI Betung sesuai dengan yang disarankan PLN. Sayangnya, hal itu belum juga membuahkan hasil.

Selama kurun waktu tujuh tahun terakhir, Pemkab Muba juga telah mengeluarkan anggaran Rp300 miliar untuk membantu PLN dalam bentuk jaringan, genset, dan gardu induk. Namun, dalam kurun waktu itu pula, PLN tidak memberikan kontribusi yang optimal terhadap kondisi kelistrikan di Muba. “Saat ini kita sedang berusaha untuk membangun pembangkit berkapasitas sekitar 2 x 7,5 MVA.

Mudah-mudahan tahun depan akan terwujud,” terangnya. Pembangunan akan dipusatkan di tiga tempat, salah satunya Plakat Tinggi.Namun, untuk tahap awal, bakal dilakukan di Desa Lumpatan, Kecamatan Sekayu. Sebab, di Lumpatan terdapat sumber gas yang dapat dipergunakan untuk pembangunan pembangkit listrik.

“Jika pembangkit itu terbangun, kita bisa memberikan penerangan kepada masyarakat di Kecamatan Plakat Tinggi,” terangnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Muba Robert Heri mengatakan, bantuan Pemkab Muba untuk PLN dalam hal investasi jaringan dan pembangkit sudah cukup besar. Seharusnya, Muba bisa menjadi prioritas PLN dalam memberikan penerangan listrik.

Masih menurut Robert, sekitar 99% jaringan PLN di Muba dibangun Pemkab Muba. Tujuannya, agar PLN dapat secepatnya mengalirkan tegangan sehingga masyarakat bisa cepat menikmati fasilitas tersebut. Sebelumnya, Manajer PLN cabang Palembang Rahimmudin menyatakan siap membantu Pemkab Muba jika memang membutuhkan bantuan. Saat ini PLN hanya mampu membangun bagian hilir, sedangkan bagian hulu belum.

Sumber: Sindo 27/10/09

Read More..

Tuesday, October 27, 2009

PNS Berkeliaran Dirazia

SEKAYU – Banyaknya PNS yang berkeliaran pada jam kerja, membuat Sat Pol PP, petugas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Diklat, dan Inspektorat Muba merazia PNS bandel tersebut. Mereka mendatangi mini market dan pasar tradisional. Hasilnya? Puluhan PNS yang sedang berbelanja tertangkap tim gabungan. Para PNS ini langsung didata. ‘’Razia ini sebagai upaya meningkatkan disiplin pegawai,’’ ujar Kasat Pol PP Muba Riky Junaidi AP kemarin.

Sebelum razia, lanjutnya, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran No 800/291/Sat.Pol/2009, tentang apel pagi-sore dan jam kerja serta penggunaan pakaian dinas beserta kelengkapannya. ‘’Dalam razia ini ada 13 PNS yang terjaring dari pegawai kelurahan dan guru serta di beberapa dinas,” tukasnya.

Kasubdin Disiplin PNS BKD Diklat Muba Firdaus mengatakan, PNS yang terjaring bakal dibina SKPD masing-masing, tetapi sebelumnya seluruh nama akan diserahkan ke Inspektorat Muba.

Kepala Inspektorat Muba Sudirman mengatakan, PNS yang terjaring razia bakal dilaporkan ke Bupati Muba. ‘’Selanjutnya, ditindak lanjuti dengan sanksi. Sanksi yang bakal dijatuhkan melihat tingkat kesalahan dan melalui tahapan,’’ katanya.

Sumber: Sumeks 27/10/09

Read More..

Wagub Mediasi Sengketa Lahan

PALEMBANG – Pemprov Sumsel akhirnya memediasi masalah sengketa lahan antara masyarakat Desa Sido Mulyo dengan PT Perkebunan Nusantara VII dan masyarakat Desa Sinar Harapan (MUBA) dengan PT BSS di ruang Graha Bina Praja Pemprov Sumsel,kemarin.

Hasilnya, Pemprov Sumsel, melalui Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf,meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumsel untuk turun langsung meneliti lahan yang dipersengketakan. Hadir dalam mediasi tersebut, perwakilan masyarakat Desa Sido Mulyo danDesaSinarHarapan.Juga hadir sejumlah direksi dan pejabat PTPN VII dan PT BSS, Kepala Kanwil BPN Sumsel Suhaili Syam, serta sejumlah pejabat eselon II Pemprov.

Saat mediasi berlangsung, ratusan massa yang mengaku petani se-Sumsel berunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Sumsel. Seusai pertemuan itu,Wagub Sumsel H Eddy Yusuf mengatakan, meskipun sudah ada kemajuan yang berarti, dalam waktu cepat pihaknya meminta BPN untuk kembali meneliti lahan yang dipersengketakan, seperti di lahan PT BSS.

”Setelah BPN turun,kita segera laporkan ke gubernur,juga akan dilayangkan surat ke BSS dan PTPN VII,”ujar Eddy di Kantor Gubernur kemarin. Menurut Eddy,pihaknya dalam posisi netral,tidak memihak manapun. Jadi,penyelesaian diserahkan berdasarkan aturan yang berlaku. Jika tanah yang dipersengketakan adalah milik rakyat,harus diserahkan kepada rakyat.

”Tim dari BPN kita minta segera jika perlu besok (hari ini) mereka turun ke lapangan,” katanya. Eddy mengatakan, Tim BPN tersebut akan membantu masyarakat untuk melakukan pemetaan. Namun,jika pun masalah itu tidak berhasil ditempuh dengan musyawarah, akan diserahkan dengan proses pengadilan, meskipun masyarakat tidak menginginkan.

Sementara itu, Perwakilan Masyarakat Anwar Sadat yang juga Direktur Eksekutif Walhi menuturkan, meskipun belum memuaskan masyarakat kedua desa, baik Desa Sido Mulyo maupun Desa Sinar Harapan, sudah menunjukkan kemajuan dan pihak pemprov berjanji akan menyelesaikan.

”Kita tidak ingin masalah ini menggantung,” papar Anwar. Manajer Unit Usaha Bantayan Banyuasin PTPN VII Sutrisno mengatakan, tanah transmigran su-dah dijual kepada pihak per-usa-haan. Pihak perusahaan memiliki bukti pembayarannya. Untuk itu, pihaknya tetap mengharapkan kasus tersebut diserahkan kepada proses pengadilan. Pasalnya,untuk membeberkan siapa yang paling benar dan salah, bukan waktunya saat di mediasi karena berkas begitu banyak.

Kepala Kanwil BPN Sumsel Suhaili Syam menegaskan, pihaknya segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi lahan yang dipersengketakan. Pihak BPN belum ada produk di lokasi tersebut. Namun, pihaknya pernah menolak pengajuan hak guna usaha (HGU) PTPN VII, yang termasuk dalam wilayah sengketa dengan masyarakat Desa Sido Mulyo, karena termasuk lahan masyarakat transmigran.

Sumber: Sindo 27/10/09

Read More..

Monday, October 26, 2009

Pemkab Muba Biayai Penderita Tumor

SEKAYU – Komitmen kesehatan gratis Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) kepada masyarakatnya tak perlu diragukan lagi.Kemarin (25/10),Bupati Muba H Pahri Azhari langsung mengunjungi penderita tumor ganas dan kanker, di Rumah Sakit Dharmais,Jakarta.

Hebatnya lagi, dalam kunjungannya itu, Pahri menegaskan, Pemkab Muba menjamin sepenuhnya biaya pengobatan penderita tumor ganas atas nama Siska Dama Yanti, 13,warga Desa Beruge,Kecamatan Babat Toman, Muba,yang dirawat tersebut. Menurut Pahri,komitmen Pemkab Muba terhadap berobat gratis saat ini terus ditingkatkan, dalam rangka pencapaian kesehatan yang berkualitas.

Selain itu, Pemkab Muba berupaya dengan keras untuk kesembuhan Siska Damayanti. “Saya tetap komitmen dengan program berobat gratis yang telah berjalan selama ini.Selain itu program tersebut akan lebih ditingkatkan dan lebih berkualitas,” terangnya di Jakarta,kemarin. Pahri menjelaskan, seluruh biaya pengobatan yang ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab Muba, menggunakan program Asuransi Muba Semesta.

Sehingga, pengobatan dapat dilakukan di beberapa rumah sakit nasional,seperti RSCM dan RS Dharmais Jakarta. Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Taufik Rusydi membenarkan jika penyakit yang diderita oleh Siska merupakan tumor ganas. Penanganan penyakit ini, kata dia, dijamin sepenuhnya dengan program Asuransi Muba Semesta sesuai dengan komitmen Bupati Muba.

“Seluruh biaya pengobatan, dan biaya hidup dari keluarga pasien selama di Jakarta ditanggung sepenuhnya oleh Bupati,” tukasnya. Sementara itu, pantauan SI, tumor ganas yang timbul di wajah sebelah kiri tepatnya di bagian pipi, semakin membesar dan menutup mulut,sehingga membuat Siska Dama Yanti sulit untuk makan. Akibat dari penyakit tersebut, Siska juga tidak bisa bersekolah, ditambah dengan kondisi berat badannya yang terus menurun.

Dokter Spesialis RS Dharmais dr Erida Rosadi mengatakan,berdasarkan hasil diagnosa laboratorium, pasien yang berasal dari Muba hasil mengidap kanker,sehingga perlu adanya penanganan khusus sebelum dilakukan tahap-tahap medis selanjutnya. Dia mengungkapkan, untuk tahap awal dilakukan Chemotherapy untuk memulihkan kondisi tubuh dan mematikan jaringan sel kanker atau tumor pada pasien.

Kemudian, dilanjutkan dengan tindakan berdasarkan diagnosa kerja tim dokter yang bertanggung jawab atas pasien. “Tahap awal kita lakukan pemulihan kondisi tubuh pasien,dengan membuat saluran makanan pada bagian lambung. Setelah kondisi benar-benar fit, maka dilakukan tindakan selanjutnya,” terangnya.

Sementara Direktur RS Dharmais DR dr Sutoto M Kes melalui, Kepala Sub Bagian Pengembangan Usaha Francisca Trianawati mengatakan, pasien rencananya akan ditangani langsung tim kerja yang terdiri dari delapan dokter spesialis, diantaranya spesialis bedah,mata,dan organ dalam.

Sumber: Sindo 26/10/09

Read More..

Persimuba Tantang Sriwijaya FC

PALEMBANG - Untuk menyiasati lamanya jedah waktu pertandingan di Liga Super Indonesia, Sriwijaya FC kembali menggelar ujicoba untuk memaksimalkan permainan Kayamba cs. Salah satu lawan yang akan dihadapi SFC adalah Persimuba, di Stadion Sepakbola Sekayu, 7 November mendatang.

Ujicoba ini sifatnya partai persahabatan dan pemanasan sebelum Oktavianus cs melakoni laga lawan Persitara Jakarta Utara 20 November.

"Sebenarnya yang meminta bertandingan ada Persimuba. Tetapi kita juga membutuhkan laga ini untuk ujicoba," kata Manajer SFC Hendri Zainuddin, Sabtu (24/10).

Menurut anggota DPR RI ini, kondisi tim tidak ada masalah, para pemain tetap latihan rutin seperti biasa. Namun diakuinya waktu panjang ini SFC lebih membutuhkan banyak ujicoba. Sehingga dalam waktu dekat akan dijadwalkan juta ujicoba lawan Timnas U-23."Kita memang membutuhkan banyak ujicoba. Dengan tim manapun ujicoba akan ada manfaatnya bagi tim," ujar Hendri.

Sumber: Sripo 24/10/09

Read More..

Friday, October 23, 2009

Transportasi Air Butuh Perhatian

SEKAYU – Dinas Perhubungan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bakal melakukan sosialisasi terkait minimnya perhatian terhadap sarana transportasi air, khusus di daerah perairan yang sangat membutuhkan perahu dan speedboat.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Muba Sofyan Wahidoen mengungkapkan, kondisi geografi Kabupaten Muba, 65% di antaranya terdiri atas rawa dan perairan. Kondisi ini jelas membutuhkan perhatian serius dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Minimnya penggunaan transportasi air,menurut Sofyan, salah satunya disebabkan jalan di Kabupaten Muba sudah banyak yang dibuka.

Namun, itu tidak semua karena masih ada kawasan perairan yang butuh perhatian serius dari pemerintah. “Selama ini perhatian pemerintah telah cukup maksimal. Jadi, ke depan akan lebih diperhatikan dengan baik lagi,” ujar dia kemarin seraya menambahkan, transportasi air di Kabupaten Muba saat ini masih sebatas penggunaan pribadi. Transportasi air, lanjut Sofyan, belum dipergunakan secara komersial.

Selain itu,jalur air biasanya masih dipergunakan masyarakat untuk meraih nafkah, khususnya mencari ikan. Karena itu, sarana transportasi air masih sangat terbatas. Sofyan menjelaskan, kecamatan yang masih menggunakan transportasi air,yakni Lalan,yang memang belum memiliki jalur darat memadai.

Selain itu,jalur transportasi air di kawasan ini dirasa cukup cepat sehingga penggunaannya jadi penting.“Transportasi air sebenarnya adalah transportasi tradisional,sehingga memang harus diperhatikan dengan baik,”tukasnya. Sementara itu,anggota DPRD Muba Mahmudi Basri menjelaskan, daerah yang masih membutuhkan transportasi air antara lain Kecamatan Bayung Lencir, Sungai Lilin, Lalan.

Sebab,ketiga kecamatan itu memang memiliki jalur air dan menghubungkan beberapa desa di sekitarnya. Ke depan,Mahmudi berharap jenis transportasi air sudah seharusnya lebih diperhatikan.Sebab, jenis transportasi ini masih terbatas dengan beberapa orang saja. Selain itu, pemerintah pun tidak mengetahui berapa banyak jumlah alat transportasi air di Kabupaten Muba.

Pemkab Muba,kata Mahmudi, mungkin bisa memulai dengan melakukan pendataan. Jika memang memungkinkan, bisa saja pemkab menyediakan alat transportasi air bagi masyarakat umum. Apalagi, transportasi air merupakan alat transportasi tradisional yang sudah seharusnya dipertahankan.

Selain itu, imbuh dia, jenis transportasi air ini dapat dipergunakan untuk menjadi salah satu daya tarik pariwisata. Dengan syarat, harus dikelola dengan baik, sehingga masalah ini harus menjadi perhatian yang serius.“ Semua jenis transportasi air tentunya memiliki daya tarik tersendiri. Jadi, jangan dianggap sepele,” pintanya.

Sumber: Sindo 22/10/09

Read More..

Thursday, October 22, 2009

Manajemen RSUD Sekayu Segera Dievaluasi

SEKAYU – Rendahnya kualitas layanan memberikan dampak buruk terhadap citra rumah sakit umum daerah (RSUD).Untuk itu, dalam waktu dekat, Bupati Musi Banyuasin (Muba) berencana mengevaluasi manajemen RSUD Sekayu terkait banyaknya pengaduan masyarakat.

Bupati Muba H Pahri Azhari mengungkapkan, informasi yang masuk menyebutkan, beberapa dokter RSUD Sekayu tidak memberikan pelayanan optimal. Selain itu, mereka sering terlambat masuk sesuai jadwal yang telah ditentukan.“ Secepatnya segera kami evaluasi,”ujarnya kemarin. Pahri menegaskan, evaluasi yang mungkin dilakukan terhadap manajemen rumah sakit,mulai sumber daya manusia (SDM) hingga seluruh peralatan yang dipergunakan.

Tak hanya itu,mulai tingkat direktur hingga staf yang tidak masuk dalam kriteria, juga akan diganti. Menurut Pahri, rumah sakit merupakan fasilitas publik yang harus mampu mengakomodasi dan mengatasi setiap permasalahan penyakit masyarakat dengan baik. Bukan sebaliknya,menimbulkan permasalahan baru dan memberikan citra buruk terhadap rumah sakit.

Sementara itu, Ketua DPRD Muba H Uzer Effendi juga banyak menerima keluhan masyarakat tentang RSUD Sekayu. Sebagai contoh,di salah satu ruang dokter ditulis,praktek mulai pukul 10.00 WIB,tetapi kenyataannya,dokter baru datang pukul 11.00 WIB sehingga antrean pasien cukup panjang. Kondisi ini, kata Ezer, bisa membahayakan nyawa pasien yang akan berobat.

Sebagai rumah sakit milik daerah, sudah seharusnya RSUD Sekayu memberikan pelayanan maksimal kepada pasien. Bukan sebaliknya, menganggap enteng pasien yang datang untuk berobat. Selain itu, perawat dan beberapa pegawai di RSUD Sekayu, lanjut Uzer, juga terkesan asalasalan dalam memberikan pelayanan.

Khusus perawat yang melayani pasien, dapat dihitung jumlahnya yang menyapa pasien dengan senyuman.Kondisi membuat suasana RSUD menjadi tidak nyaman. “Permasalahan ini harus secepatnya diselesaikan sehingga tidak menimbulkan permasalahan. Dokter dan perawat harus bersikap ramah kepada pasien. Karena gratis dan bayar, itu tidak ada hubungan,”tegasnya.

Sumber: Sindo 21/10/09

Read More..

BPN Sumsel akan Cross Check Tanah yang Disengketakan

PALEMBANG - Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumsel akan melakukan cross check kepemilikan tanah di Desa Sidomulyo (Banyuasin) dan Sinar Harapan (Muba). Dari cross check tersebut diharapan ada penyelesaian terhadap sengketa tanah warga dari dua desa tersebut dengan perusahaan perkebunan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPN Sumsel Suhaily Syam ketika bertemu dengan perwakilan dua desa yang berunjukrasa di Kantor BPN Sumsel, Rabu (21/10). Warga dua desa tersebut mendatangi Kantor BPN Sumsel untuk mendapatkan kejelasan status tanah mereka yang diserobot oleh perusahaan perkebunan.

"Walau perusahaan punya izin lokasi, tetapi perusahaan belum dalam melakukan pengelolaan tanah atau lahan sebelum ada penyelesaian dengan pemilik tanah yang akan digunakan perusahaan," ujar Suhaily.

Ditegaskannya bahwa BPN tidak mau merugikan siapapun yang benar dalam persoalan tanah. Bila dari pihak perusahaan dalam proses penyelesaian sengketa lahan tidak benar, maka akan diproses secara hukum.

Menurut Suhaily, pertemuan tanggal 26 Oktober 2009 mendatang diharapkan menjadi pertemuan yang menuntaskan permasalahan warga dengan perusahaan. Perusahaan diminta mematuhi batas-batas hak guna usaha yang diperolehnya serta mengembalikan tanah yang telah diambil dari warga. Selain itu warga juga diminta membuktikan kepemilikannya atas tanah yang disengketakan.

Sumber: Sripo 21/10/09

Read More..

Wednesday, October 21, 2009

Pelat Mobil Dinas Banyak Berubah Jadi Hitam

SEKAYU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba siap-siap kehilangan sejumlah aset jika tidak mampu mendatanya secara akurat.Aset yang rawan hilang itu tidak hanya benda bergerak,tetapi juga benda tidak bergerak.

Untuk benda bergerak, seperti mobil dinas, paling besar kemungkinannya raib. Sebab, sudah banyak mobil dinas yang pelat nomornya diganti menjadi hitam. Begitu pula dengan benda tak bergerak yang belum dilengkapi plakat khusus Pemkab Muba Beberapa fraksi DPRD Muba mendesak Pemkab Muba segera melakukan pendataan ulang, baik untuk aset berupa benda bergerak maupun tidak bergerak.

Sebab, dengan hilangnya aset daerah, akan menimbulkan kerugian dan pelanggaran hukum. “Khusus aset daerah yang bergerak, seharusnya dipasang peneng (penanda), karena bukan tidak mungkin suatu saat akan pindah tangan kepada pihak yang kurang bertanggung jawab. Begitu pula dengan tanah dan bangunan, juga perlu dipasang plakat,” usul anggota fraksi PDIP Desi Ulpa A kemarin.

Pihaknya memperkirakan, baru sekitar 45% aset Pemkab Muba yang sudah bersertifikat. Selama ini pemkab belum melakukan penghitungan aset secara menyeluruh. Sebab, setelah itu, akan diterbitkan peraturan daerah untuk menghindari permasalahan. Desi juga menyayangkan ulah para oknum pejabat yang mengganti pelat kendaraan dinasnya yang berwarna merah menjadi hitam.

Hal ini tidak patut dicontoh karena mobil dinas merupakan aset daerah bergerak dan harus diperhatikan. “Jika memang ada kendaraan dinas yang berpelat hitam,segera dikembalikan ke pelat merah,” pintanya.Jika kondisi aset daerah tetap pada posisi saat ini, dia menilai sangat rentan aksi penyimpangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Muba H Hazuar Bidui AZ menegaskan,semua aset Pemkab Muba telah dihitung sesuai Peraturan Pemerintah No 6/2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah.

“Segera kami selesaikan permasalahan ini, termasuk pelat merah jadi hitam dan pemberian tanda terhadap aset daerah yang tidak bergerak,”janjinya. Kepala Satpol PP Muba Riky Junaidi AP menambahkan, adanya beberapa oknum pejabat yang mengganti pelat kendaraan dinas menjadi milik pribadi jelas tidak bisa dibenarkan.

Sumber: Sindo 20/10/09

Read More..

Dewan Bentuk Tim Pendamping Warga Dua Desa

PALEMBANG - Pertemuan antara pimpinan dewan, anggota DPRD Sumsel serta warga masyarakat dari dua desa, Selasa (20/10), menghasilkan langkah untuk membentuk tim pendamping warga masyarakat yang bersengketa tanah dengan perusahaan. Tim terdiri dari para anggota DPRD Sumsel asal daerah pemilihan Sumsel 2 (Muba dan Banyuasin).

Menurut Ketua DPRD Sumsel Wasista Bambang Utoyo atau akrab disapa Toni, pembentukan tim tersebut karena dewan hingga kini belum punya alat-alat kelengkapan dewan seperti komisi. "Sebetulnya masalah sengketa tanah antara warga dengan masyarakat ingin saya limpahkan ke komisi terkait. Namun, hingga saat ini dewan belum punya alat kelengkapan," ujarnya Toni dalam pertemuan di Ruang Panmus DPRD Sumsel.

Menurutnya dengan tim tersebut, ketika warga berurusan dengan pihak eksekutif atau perusahaan maka ada pendampingnya, yakni para anggota dewan asal daerah pemilihan Sumsel 2.

Warga dari dua desa yakni Desa Sidomulyo Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin dan Desa Sinar Harapan Kecamatan Bayunglincir Kabupaten Muba, sebelumnya meminta dewan ikut menangani konflik lahan antara warga desa dengan perusahaan perkebunan. Perusahaan perkebunan yang berbeda tempat, dinilai menyerobot lahan warga yang sudah sah dimiliki warga setempat.

Sumber: Sripo 20/10/09

Read More..

Monday, October 19, 2009

Pembangunan Muba Merosot, Alex Kritik Pahri Azhari

PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin secara tegas mengkritik kebijakan dan pembangunan di Musi Banyuasin (Muba) yang kian merosot.

Kemerosotan ini tercermin dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Muba 2009 yang turun dari tahun lalu. Begitu pula pola program sekolah dan berobat gratis, karena banyaknya kepala sekolah, direktur rumah sakit, tenaga medis, dan pendidikan di Muba yang mengundurkan diri.

”Saya mengkritik ini karena saya sayang dengan Muba.Saya tidak rela dan tidak ikhlas jika pembangunan di Muba terus menurun,”papar Alex di sela halalbihalal keluarga besar masyarakat Muba di Griya Agung kemarin. Menurut Alex, Bupati Muba saat ini Pahri Azhari diminta dapat meneruskan pembangunan yang sudah lama dirintisnya,mulai meningkatkan APBD Muba dari tahun ke tahun hingga infrastruktur pembangunan dan program sebelumnya.

Alex menyesalkan APBD Muba yang menurun. Pasalnya, pemimpin harus bisa meningkatkan APBD dari tahun ke tahun dan bukan sebaliknya. Bila ada kesulitan dan hambatan,Alex menyarankan agar Bupati Muba tidak segan meminta bantuannya. Mengenai kelistrikan di Muba yang sering biarpet, ungkap Alex, hal itu menjadi permasalahan nasional.

Untuk itu, dia meminta kepala daerah dapat lebih bersikap tegas, terutama terhadap kebijakan PLN yang dirasakan merugikan daerah. Bahkan sejak 2003, saat Alex menjabat Bupati Muba, telah mengajukan kontrak jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) untuk pembangunan pembangkit 2 x 150 MW, tetapi izinnya selalu terkendala.

Sementara itu, Bupati Muba H Pahri Azhari menegaskan, pembangunan di Muba saat ini banyak terjadi masalah, mulai infrastruktur jalan, irigasi, air bersih, hingga masalah besar, yakni kondisi kelistrikan. Bahkan, kerapnya biarpet di Muba, dia mengaku kerap mendapat pesan singkat (SMS) melalui telepon selulernya yang sangat banyak mempertanyakan masalah listrik di Muba.

Bahkan potensi alam di Muba yang berlimpah,mulai minyak bumi, gas,hingga batubara,pihaknya mengaku kesulitan mengembangkan jaringan kelistrikan. Dengan sistem interkoneksi,ujar Pahri, justru Muba menyuplai ke kabupaten/kota tetangga, seperti Banyuasin.

”Alternatif jangka pendek dan menengah, tentu kita harus bangun pembangkit seperti di Desa Lembatang,”imbuhnya. Pahri juga mengaku berterima kasih dengan mulai diperbaikinya jalan Betung–Sekayu yang rusak parah.

Hal ini akan meningkatkan kelancaran transportasi di wilayah tersebut. Dengan mulusnya jalan Betung–Sekayu hingga Palembang, jarak tempuh akan semakin singkat. Jika sebelumnya bisa ditempuh 3–4 jam,dengan bagusnya jalan bisa ditempuh hingga 2 jam saja.

Sumber: Sindo 18/10/09

Read More..
Ingin mendapatkan berita secara cepat? Silahkan anda masukkan kata kunci pencarian untuk mencari artikel yang anda cari di Berita Muba ini: